Seoul – Sekolah-sekolah di Korea Selatan menawarkan kelas berenang kepada siswa sekolah guna membekali mereka dengan kecakapan untuk menyelamatkan diri di air. Hal ini dilaksanakan sesudah salah satu bencana maritim terburuk di negara itu, yakni tragedi tenggelamnya Kapal Sewol yang menewaskan 304 orang.
Kursus berenang ini diharuskan bagi siswa sekolah dasar.
Diinfokan CNA, Rabu (17/4/2024), pada 16 April 2014, kapal feri Sewol terbalik dalam perjalanan dari Incheon menuju Pulau Jeju. Dari 476 orang di dalamnya, 304 orang meninggal, dan sebagian besar yakni pelajar yang sedang dalam spaceman slot perjalanan sekolah.
Kapal feri itu kelebihan muatan dan strukturnya tidak sehat ketika karam.
Sepuluh tahun kemudian, tragedi Kapal Sewol masih segar dalam memori banyak warga Korea Selatan. Negara ini telah mengambil pelbagai langkah untuk menetapkan tragedi serupa tidak terulang kembali.
Di sebagian sekolah, kelas-kelas ini ditawarkan kepada semua siswanya.
Salah satu pelatih renang, Park Cheol-soon, mengatakan bencana tersebut telah menyoroti pentingnya pelajaran berenang untuk bertahan hidup.
“Untuk siswa kelas satu dan dua, kami fokus mengajari mereka mengetahui air,” kata Park.
“Kemudian untuk siswa kelas tiga dan empat, kami mengajari mereka metode bertahan hidup dan berlatih bertahan di air. Dan untuk siswa kelas lima dan enam yang lebih tua, mereka belajar lebih banyak perihal teknik bertahan hidup dan juga bagaimana menolong satu sama lain.”
Para Siswa Mengaku Pelajaran Berenang Berguna
Para siswa yang mengikuti pelajaran tersebut mengaku bahwa apa yang dididik kepadanya akan berkhasiat kalau dirinya mengalami kondisi darurat.
“Seandainya-kalau ada kondisi di mana aku dalam bahaya, aku rasa aku bisa menerapkan apa yang aku pelajari,” kata salah satu siswa.
“Seandainya aku karam, aku rasa aku tahu apa yang wajib dilaksanakan sampai bantuan datang,” kata yang lainnya.
Join The Discussion